»
S
I
D
E
B
A
R
«
Mekanisme dan prosedur pemberian imbalan untuk meningkatkan motivasi
November 18th, 2007 by cokroaminoto

Sistem dan efektivitas organisasi

Sistem yang diarahkan pada pemenuhan kebutuhan individu dapat juga mendukung pada peningkatan efektivitas organisasi. Dengan pendekatan peningkatan kepuasan dapat membantu membangun sistem lebih efektif dengan menjamin bahwa sebuah yang mempunyai nilai penting diberikan pada tugas secara efektif.

Dalam penerapannya, sistem dapat efektif apabila sebuah itu diberikan dalam kondisi-kondisi (Lawler, 1977): (1) mempunyai arti penting (2) fleksibel (3) diberikan dalam jumlah yang relatif sering (4) kejelasan, serta (5) biaya terjangkau. Dengan demikian memilih jenis bagi organisasi dilakukan dengan mengidentifikasi karakteristik yang dipilih.

Sistem yang sesuai harapan pegawai dengan mekanisme dan prosedur pemberian yang efektif, dapat berfungsi meningkatkan pegawai secara individu. Untuk dapat menilai sebuah sistem efektif dapat diketahui dari hal-hal sebagai berikut: (1) pegawai termotivasi untuk bekerja dalam organisasi (2) pegawai mempunyai dorongan kuat dalam pekerjaan (3) pegawai mempunyai keinginan yang kuat untuk berusaha mencapai target-target pekerjaan secara efektif (4) struktur tugas yang memungkinkan sebuah terdistribusikan secara proporsional menurut perbedaan individu berdasarkan tugas dan fungsi masing-masing.

Pada tingkat organisasi, pegawai dapat meningkatkan efektivitas organisasi (organizational effectiveness) (Lawler, 1977), yang berdampak pada keanggotaan, absensi, pegawai dan struktur tugas organisasi.
Menurut Lawler (1971), dari hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi mempunyai pengaruh langsung terhadap keputusan keanggotaan pegawai untuk menentukan bergabung atau tidak dalam organisasi. Perilaku seperti ini dapat dijelaskan karena tingginya tingkat akan mempertinggi tingkat kepuasan dan . Untuk itu rancangan sebuah sistem dalam organisasi harus efektif dalam mempertahankan pegawai-pegawai yang kompeten, sehingga dalam sistem imbalannya harus menekankan faktor keadilan eksternal, karena persoalan pengunduran diri pegawai berarti pegawai meninggalkan organisasi untuk memperoleh situasi yang lebih baik di lain tempat. Dari hasil penelitian tersebut juga menunjukkan adanya hubungan antara tingkat absensi pegawai dengan kepuasan. Ketika pegawai merasa nyaman di tempat kerja dan merasa puas, secara individu mereka akan bekerja secara teratur. Untuk itu, kebijakan pemberian harus membuat pekerjaan menjadi tempat yang menyenangkan.

Agar dapat meningkatkan dan pegawai, harus diberikan pada waktu dan situasi yang tepat. Untuk itu dibutuhkan adanya alat ukur yang tepat, kemampuan untuk menilai yang tepat dan berarti secara individu bagi pegawai serta kontrol terhadap sejumlah yang pernah diterimanya.

Pada tingkat organisasi, sistem dapat digunakan untuk mengukuhkan struktur tugas yang sudah ada atau yang diinginkan dan dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan pekerjaan. Selanjutnya, manajer harus mengetahui apakah orang-orang yang ada dalam organisasinya adalah orang mengerjakan pekerjaan yang berlainan atau pekerjaan yang relatif sama.

Langkah penerapannya

Untuk memperoleh sistem dan melaksanakannya dalam organisasi, menurut Yukl (1994) ada prinsip-prinsip yang harus diperhatikan:

a.Mengidentifikasi dan mengukur aspek-aspek relevan dari yang akan diberi . Pemberian memberi indikasi tentang prioritas seorang manajer dan memandu usaha pegawai. Suatu kegagalan umum adalah menghargai hanya aspek-aspek yang dengan mudah diukur dan berharap bahwa aspek-aspek lainnya tidak akan diabaikan. Adalah penting untuk mengidentifikasi semua aspek yang relevan dari suatu prestasi kerja pegawai dan kemudian mendasarkan atas dasar pegawai melaksanakan seluruh pekerjaannya secara efektif atau belum, bukan hanya bagiannya. Aspek-aspek itu seringkali bersifat eksternal dan menentukan tingkat pegawai.

b.Mengidentifikasi yang diharapkan pegawai. Ada banyak macam yang dapat digunakan untuk pegawai, tetapi sebagai langkah awal seorang pimpinan harus menemukan jenis yang diharapkan pegawai. Jenis dapat dikembangkan dalam beberapa bentuk, seperti (Brenann, 1989): pengakuan, tugas dan pekerjaan yang menarik, tanggung jawab/otonomi, finansial, peningkatan status, aktivitas pribadi, sosial (kesempatan bertemu dengan orang-orang lain/pejabat), menghindarkan kebijakan dan prosedur yang tidak menyenangkan, menghindarkan lingkungan kerja yang tidak menyenangkan. Jadi, langkah pertama, adalah menetapkan jenis yang dikendalikan oleh pimpinan yang diinginkan oleh pegawai (Yukl, 1994). Untuk ini, ada cara-cara yang dapat dilakukan, yaitu dengan cara melakukan diskusi, mengamati, mendengarkan dan menanyakan pada pegawai tentang hal-hal yang ingin dilakukan atau diterima pegawai.

c.Mengidentifikasi cara-cara bagaimana itu ditetapkan, diberikan secara adil dan tepat waktu.

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • blogmarks
  • co.mments
  • HealthRanker
  • MyShare
  • NewsVine
  • Print
  • Socialogs
  • Webnews.de

Related posts


One Response  
Agus Setiyawan writes:
July 19th, 2009 at 8:04 am

INDEPENDENT Training – Developing – Consulting
(Piranhamas Group) Jl. Ikan Piranha Atas V No. 1, Malang – 65142
Telp. : 0341 487 600, HP. : 081 333 841183, 0817 537894, 0341 5455330

Malang, 12 Juli 2009

Kepada YTH :
HRD Manager

Perihal : Penawaran Pemberian Pelatihan MOTIVASI Untuk Staff
Guna Menunjang Kinerja dan Produktifitas

Dengan Hormat,

Setelah sukses kami untuk 3 session dengan PT Aneka Tuna Indonesia di Finna Golf – Prigen, bersama dengan ini kami dari Independent Training – Developing – Consulting, mengajukan penawaran kepada perusahaan yang Bapak pimpin yang ditujukan kepada para Staff untuk memberikan pelatihan yang difokuskan kepada : Motivasi Gairah Kerja dan Peningkatan Produktifitas.

Adapun untuk pelaksanaannya kami bagi dalam 2 tahap masing masing 2,5 jam dengan model dikelas dan beberapa games serta dibackup dengan TNA (Training Need Analysis) serta R.O.T.I. (Return Training On Invesment). Sedangkan untuk fasilitas yang kami berikan :
1. Hardcopy sampai dengan 10 orang disediakan oleh Trainer.
2. Sertifikat sampai dengan 10 orang disediakan oleh Trainer.
3. Disediakan door price dari Trainer.
4. Lunch Family Style
2 times of Coffee Break
Standard equipment meeting: Pen, Notepad, Candy
White Board, Flip Chart, Screen Portable
LCD
Standard sound system and microphones
Free WI FI Access
Dan untuk pelaksanaannya bisa menyesuaikan dengan jadwal dari perusahaan yang Bapak pimpin serta kebutuhan para peserta.

Mengenai penawaran biaya terbaik yang kami berikan kepada perusahaan yang Bapak pimpin untuk pokok bahasan diatas kami sampaikan dalam dua penawaran :
1. Untuk pelaksanaan di : Penanggungan Room, FINNA GOLF & COUNTRY CLUB RESORT Jl. Raya Barsari Prigen, Pasuruan, seharga Rp. 4.900.000,- (#empat juta sembilan ratus ribu rupiah#).
2. Untuk pelaksanaan di : Hall UKM Center Sampoerna, Ruko Taman Dayu Blok D 2, Pandaan Pasuruan, seharga Rp. 4.400.000,- (#empat juta empat ratus ribu rupiah#).

Demikian yang kami sampaikan, semoga terjalin kerja sama dikemudian hari yang saling menguntungkan. Kami selalu menunggu konfirmasi dan khabar baiknya.

Hormat kami,

Agus Setiyawan
Project Manager Professional Training for Management and Technical Staff
Piranhamas Group http://piranhamas.wordpress.com

BACKGROUND Pembicara : Agus Setiyawan (15 thn di Manufacturing, 8 thn di Training))

Memiliki kompetensi, leadership, team work, berjiwa dinamis, inspiratif dan menyukai tantangan, Computer (Microsoft Office – Powerpoint, Word, Ecxell, Mechanical Dekstop, Auto Cad)

Adapun kemampuan manajerial dan lapangan serta pengaturan karyawan ditunjang dengan berhasilnya untuk mendapatkan serta mempertahankan dalam meraih prestasi atau sertifikasi :
ISO 9001 : 2000, ISO 13485 : 2003, ISO 14001 : 2004, SM – K3, Bendera Emas, Zero Accident, UKL – UPL, CPOB, c-GMP, Tokio Marine, TQM, 5S – 5R – 5P. Sehubungan kami sebagai P2K3, Wakil MR (Management Representative), Lead Auditor, Safety Engineer dan Trainer berbagai system dan MOTIVASI Produktifitas.

Dan dengan menggunakan metode KPI (Key Performance Indicator), OGSM (Objective, Goal Strategy, Measurement) dan pembagian targed dalam CQSC (Cost, Quality, Service, Comply) serta teori evolusi dipercepat untuk menunjang keberhasilan team serta target dan pressure dari perusahaan, kami telah mampu dan melaksanakannya.

Leave a Reply

»  Substance: Free Education Blog  »  Style: Ahren Ahimsa