»
S
I
D
E
B
A
R
«
PEMBERIAN PENGUKUHAN UNTUK MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN
October 26th, 2007 by cokroaminoto

Ada cara-cara memodifikasi perilaku agar tercipta tingkat pada tingkat tertentu. Cara-cara tersebut meliputi: penjelasan rincian tugas (task clarification), pemberian positif (positif ) dan umpan balik yang korektif (corrective feedback).

Penjelasan rincian tugas berguna untuk mengukur ketepatan komponen perilaku yang diharapkan dari sebuah tugas. Dalam hal ini peran supervisor dalam mendelegasikan tugas terutama untuk pertama kali kepada harus memberikan informasi yang memadai tentang hal-hal yang harus dikerjakan dalam penyelesaian tugas.

Umpan balik yang korektif merupakan hal yang sangat sederhana dan paling efektif dalam peningkatan . Hasil penelitian Daniels dan Rosen (1982) terhadap kasir toko menunjukkan adanya peningkatan perilaku yang positif dengan diberikan umpan balik , kejelasan sasaran dan peningkatan pemberian waktu istirahat sebagai .

positif (positive ) sangat efektif dalam peningkatan manajemen terutama tingkat individu jika diberikan secara tepat.

Teknik pemberian
positif akan sangat efektif dalam peningkatan karyawanpada tingkat individu jika diberikan secara bersungguh-sungguh (sincere), bersifat khusus (specific), segera (immediate), bersifat pribadi (personal) dan sering (frequent).

Untuk memperoleh gambaran yang lebih tepat tentang jenis individu (individual ) yang sesuai dengan kebutuhan , Marr dan Roesler (cit. Daniels dan Rosen, 1982) menyarankan perlunya dilakukan observasi hal-hal tentang: (1) topik yang yang disenangi (2) hal-hal yang mereka kerjakan pada waktu-waktu senggang (3) orang-orang yang menjadi teman bekerjanya dalam melaksanakan tugas, serta (4) hal-hal yang ingin mereka kerjakan selama waktu istirahat.

Dengan cara melakukan observasi, yang tepat dan layak dapat dipelajari. Hanya sayangnya, menurut Daniels (1982), kebanyakan manajer sibuk mempelajari hal-hal yang ingin mereka lakukan. Dan hanya sedikit waktu untuk mendengarkan hal-hal yang dibutuhkan .

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • blogmarks
  • co.mments
  • HealthRanker
  • MyShare
  • NewsVine
  • Print
  • Socialogs
  • Webnews.de

Related posts


7 Responses  
fenny writes:
November 12th, 2007 at 9:20 am

saya fenny..mau tanya kalau desain pekerjaan mempengaruhi kinerja karyawan seberapa jauh?bisakah saya membuat skripsi tentang topik tersebut?

cokroaminoto writes:
November 18th, 2007 at 6:58 am

Fenny, design pekerjaan secara teori sangat berpengaruh terhadap kinerja individu. Namun seberapa besar pengaruhnya dalam kasus anda, ini yg harus anda buktikan dg penelitian. Ok

fenny writes:
November 19th, 2007 at 9:40 am

terima kasih…literaturnya darimana saja ya pa?kalo saya lihat di buku MSDM hanya sedikit yang mengulas tentang desai pekerjaan?…apakah kinerja sama dengan produktivitas kerja karyawan?

cokroaminoto writes:
November 25th, 2007 at 5:08 am

Buku-buku MSDM banyak mengulas. Tetapi memang harus dari banyak sumber. Kinerja merupakan variabel akhir, di dalamnya ada sub variabelnya. Salah satunya adalah produktivitas. Sebagai literatur online dapat anda buka di:
http://www.managementhelp.org/emp_perf/emp_perf.htm#anchor1973781

Jerry writes:
December 14th, 2007 at 4:00 am

Bung Cokro, saya mau tanya… apakah bung Cokro punya quisioner tentang mengukur efektivitas kerja seseorang? Terima kasih

cokroaminoto writes:
December 14th, 2007 at 2:50 pm

Jerry, terimakasih responnya. Untuk kuesioner sebaiknya kita mengembangkannya dari variabel kajian, jangan menggunakan yang sudah jadi. Alasannya, banyak hal terjadi dalam lingkup budaya organisasi sangatlah tidak sama. Banyak teori efektivitas kerja. Anda ambil kemudian kembangkan alat ukurnya. Sebagai bahan informasi, saya pernah membacaTausiyah KH Abdullah Gymnastiar, Jumat, 24 Maret 2006
dengan tajuk “Efektivitas Kerja” di Republika Online. Menurut Beliau, setidaknya ada beberapa hal yang berpotensi menghambat efektivitas kerja, yaitu: tidak memiliki tujuan jelas dan target terukur, tidak memiliki rencana detail, tidak teratur dalam hidup, komunikasi yang tidak baik, konflik yang tidak perlu, bersikap emosional, menunda-nunda pekerjaan. Salam

abdul aziz writes:
December 30th, 2007 at 12:42 pm

bagai mana cara saya mendapatkan tulisan ini dengan sempurna

Leave a Reply

»  Substance: Free Education Blog  »  Style: Ahren Ahimsa